Selasa, 01 November 2011

NTT, we for you…

Selama kuliah di FK Brawijaya, baru semester ini ada dosen yang ngomong jeleknya NTT di depan aku dan seluruh kelas. Awalnya dr. Diana, Sp.A datang waktu dokter lain sedang mengajar, langsung kita disuruh beri salam buat dr. Diana karena beliau baru pulang dari pengabdian masyarakat selama sebulan di Atambua. Mungkin lebih dari 80% teman-teman bingung, “Atambua itu dimana ya? Kok di peta aku gak pernah liat tulisan namanya Atambua?” Ya, pengabdian tenaga medis di daerah terpencil memang pantas dapat penghargaan lebih. Tetapi setelah dr. Diana mengajar, penilaianku padanya langsung turun drastis.

“Penyakit infeksi peritonitis (rongga abdomen) karena amoeba terapinya itu metronidazole, harusnya mudah didapat dan sampai sekarang belum ada resistensi. Tapi waktu saya di NTT saya cari-cari metronidazole itu gak ada. Akhirnya saya bela-belain naik Susi Air, terus naik Lion Air hanya buat beli metronidazole. Karena ternyata di seluruh NTT gak ada yang jual.” Begitu kata dr. Diana. Aku heran, seingatku apotek K-24 di Kupang itu sudah ada 3 cabang, masa gak jual metronidazole?
Setelah itu dr. Diana tanya lagi “Ada disini yang dari NTT?” Aku angkat tangan. “kamu dari mana, dek?” “Saya dari Kupang, Dok.” “Ayahmu dokter?” aku bilang enggak. “nanti kalo pulang ke NTT bawa metronidazole yah, kasian orang-orang disana, masa kalo infeksi amoeba gak ada obatnya.” Sumpah ya, dokter ini bener-bener menghina daerah kebanggaanku. Langsung aku sms mama, tanya apa di instalasi farmasi RSU ada metronidazole. Langsung dibalas, “ada kok, kemarin ada teman mama yang beli.”

Tuh, kan. Dokter ini bener-bener lebay, deh. Bilang aja gak betah di Atambua, pengen cepet-cepet ke Jawa, terus gara-gara metronidazole dokter cari alasan pergi ke Kefa, ke Kupang, terus ke luar NTT buat beli obat itu.
Ini lagi yang membuat aku hanya bisa menarik napas dalam-dalam menahan sabar, “haduh, itu bener-bener pengalaman saya yang tidak akan saya lupakan. Saya akan cerita kemana-mana kalau di seluruh NTT gak ada metronidazole”

Dunia saat ini bisa berkata seperti itu. Saat ini, mereka bisa menganggap rendah anak Flobamora. Karena yang mereka lihat hanyalah kekurangan-kekurangan dari NTT. Tetapi, yang harus kita tahu adalah NTT bukanlah apa yang mereka katakan. Aku percaya NTT berharga di mata Tuhan. Di NTT ada banyak kekayaan alam dan potensi sumber daya manusia dengan IQ yang di atas rata-rata, hanya saja semua itu belum dikembangkan.

Mereka belum menyadari, sedang bangkit generasi baru yang akan membangun NTT. Generasi anak muda yang cinta dan takut akan Tuhan serta memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan. Generasi yang penuh hikmat dan akan berkarya maksimal di bidangnya sesuai dengan talenta yang telah Tuhan berikan. Aku percaya bersama Tuhan kita pasti bisa.

Teman-teman seperjuangan, jangan lagi NTT dipandang sebelah mata. Mereka tidak boleh menganggap rendah kita. Kita harus tunjukan kita adalah orang-orang yang berkualitas, yang tekun dan berpengaruh. Sudah bukan saatnya lagi kita bermalas-malasan. Hidup hanya sebagai orang biasa yang tidak memaksimalkan potensi yang Tuhan berikan. Milikilah visi yang besar, kejarlah dan biarkan mimpimu jadi kenyataan.

2 komentar:

  1. saya setuju dgn anda.... melihat kejelekan NTT ibarat semut di seberang lautan kelihatan tp gajah di pelupuk mata gag kelihatan...

    BalasHapus
  2. saya sangat senang membaca tulisan ini, disisi lain saya melihat dokter tsbt justru memberi 'motivasi' buat Azaria agar bisa menemukan destiny yg Tuhan taruh dalam dirinya yg nanti juga akan menjadi seorang dokter..Toch saya tidak peduli apakah yg dokter ini bicarakan merupakan hal yg nyata atau manifestasi ke'lebay'annya namun sbgai anak NTT saya peduli semangat dari Azaria yg mengatakan "Teman-teman seperjuangan, jangan lagi NTT dipandang sebelah mata. Mereka tidak boleh menganggap rendah kita. Kita harus tunjukan kita adalah orang-orang yang berkualitas, yang tekun dan berpengaruh. Sudah bukan saatnya lagi kita bermalas-malasan. Hidup hanya sebagai orang biasa yang tidak memaksimalkan potensi yang Tuhan berikan. Milikilah visi yang besar, kejarlah dan biarkan mimpimu jadi kenyataan".

    BalasHapus